1. Transportasi Gas
· Proyek Pipa Simenggaris – Bunyu
Pembangunan pipa gas ini dilatar belakangi oleh kebutuhan untuk mengalirkan gas ex-JOB Simenggaris untuk dipasok ke Kilang Methanol Bunyu dengan tujuan untuk mendapatkan nilai tambah dari bisnis transportasi gas dan niaga gas melalui pipa serta menghidupkan kembali KMB yang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan ekonomi Pulau Bunyu. Proyek ini dilakukan melalui Konsorsium dengan share Pertagas (70%) dan Medco Gas Indonesia (30%). Saat ini telah terbentuk JVCo dengan nama PT Perta Kalimantan Gas.
Volume Gas : 25-35 MMSCFD
Umur Produksi : 11 tahun
Panjang Pipa : 70 km
Besar Pipa : 10 inchi
Lokasi : dari Pulau Mandul (Kab. Nunukan) hingga Pulau Bunyu (Kab. Tana Tidung), Kalimantan Timur
· Proyek Pipa Looping Simpang Y – Pusri
Pembangunan pipa looping Simpang Y – Pusri bertujuan untuk meningkatkan penyaluran gas eksisting serta pemenuhan keamanan penyaluran gas, mengingat usia pipa eksisting telah lebih dari 20 tahun. Di beberapa titik pipa indikasi metal loss lebih dari 70% sehingga tekanan harus diturunkan untuk alasan keamanan. Hal ini menjadikan penurunan penyaluran gas dari 318MMSCFD menjadi 293 MMSCFD untuk ruas Simpang Y - P. Layang sedangkan untuk ruas P.Layang – Pusri penyaluran gas diturunkan dari 269 MMSCFD menjadi 250 MMSCFD.
Volume Gas : 20 MMSCFD
Umur Produksi : 20 tahun
Panjang Pipa : 36,65 km
Besar Pipa : 20 inchi
Lokasi : terletak pada ROW eksisting mulai dari Simpang Y – Pulau Layang – PUSRI, Sumatera Selatan
On Stream : 2011
· Proyek Pipa Gas Semarang – Gresik
Pembangunan pipa gas Semarang – Gresik bertujuan untuk menjadikan PT Pertamina Gas sebagai pemain dominan dalam bisnis transportasi gas bumi di Pulau Jawa. Proyek ini juga diharapkan dapat memberi peluang bagi PT Pertamina Gas untuk menjadi Gas Trader di sepanjang jalur Semarang – Gresik sebelum direbut oleh kompetitor. Tujuan lainnya adalah untuk menangkap potensi sumber gas dari Blok Cepu dan sumber gas lain di sepanjang jalur pipa untuk ditransportasikan ke konsumen di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Volume Gas : 500 MMSCFD
Panjang Pipa : 261 km
Lokasi : mulai dari wilayah Semarang, Purwodadi, Cepu, Bojonegoro, Tuban dan berakhir di wilayah Gresik.
2. Transportasi Minyak
· Proyek Pipa Minyak Tempino – Plaju
Pembangunan pipa minyak Tempino –Plaju dilaksanakan dengan tujuan untuk menggantikan pipa eksisting yang telah berumur lebih dari 70 tahun. Selain itu proyek ini juga bertujuan umtuk mengamankan pasokan minyak (feed) ke Kilang RU III dimana pengangkutan minyak melalui pipa adalah moda transportasi terbaik baik dari segi efektifitas, biaya maupun HSE dan aspek sosial.
Volume Minyak : 20.000 BOPD
Umur Produksi : 10 tahun
Panjang Pipa : 267 km
Besar Pipa : 6 inchi dan 8 inchi
Lokasi : meliputi segmen Tempino – Ramba, yaitu mulai dari KM 265 sampai dengan KM 3
On Stream : 2012
3. Pemrosesan Gas / Gas Processing
· Proyek LPG Plant Pondok Tengah
Pada proyek pembangunan LPG Plant Pondok Tengah ini PT Pertamina Gas bekerja sama dengan PT MME dan BUMD, dimana pembangunan LPG Plant tersebut menggunakan skema bisnis BOO dengan PT Yudistira Energy. Latar belakang pembangunan proyek ini dikarenakan adanya flare gas dari produksi gas lapangan Tambun dan Pondok Tengah yang cukup besar namun belum termanfaatkan. Keadaan ini bertentangan dengan kebijakan no flare gas policy dan kebijakan Lingkungan Hidup, untuk mengatasi masalah tersebut maka dibangunlah LPG Plant Pondok Tengah yang dinilai dapat memberikan solusi yang efektif dan juga dapat memberikan nilai ekonomis untuk perusahaan. Nilai ekonomis tersebut terlihat dari kandungan LPG dalam gas Tambun dan Pondok Tengah yang cukup ekonomis untuk diekstraksi sekaligus dapat mengisi sebagian kebutuhan LPG domestik.
Kapasitas : 15 MMSCFD
Lokasi : Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi
On stream : 2011
· Proyek NGL Plant Sumatera Selatan
Pembangunan NGL Extraction Plant dan NGL Fractination Plant di Sumatera Selatan ini juga disertai dengan pembangunan infrastruktur pipa sepanjang 90 km yang menghubungkan kedua plant tersebut untuk penyaluran fraksi NGL. Proyek ini bertujuan untuk memperoleh nilai tambah dari pengolahan gas bumi (LPG mix, Propane dan Kondensat) yang dapat meningkatkan pendapatan Pertamina secara korporasi dan melaksanakan PSO LPG domestic serta memanfaatkan aset Pertamina yang idle. Selain itu, proyek ini dikembangkan karena gas dalam mainline pipe Musi – Prabumulih masih memiliki kandungan LPG yang bernilai ekonomis, dengan pemanfaatan gas tesebut diharapkan proyek ini dapat menambahkan persediaan LPG di dalam negeri dan mengurangi impor pemerintah.
Kapasitas : 250 MMSCFD
Umur Produksi : 13 tahun
Lokasi : NGL Extraction Plant berada di Prabumulih & NGL Fractination Plant berada di Area UP-III Pertamina Persero, Sei-Gerong, Palembang, Sumatera Selatan
On stream : 2012